Bodoh tampaknya layak menjadi keinginan, karena orang bodoh identik dengan tidak berfikir dan biasanya orang-orang yang tidak berfikir lebih cepat bertindak walaupun tindakannya mungkin tidak tepat atau bahkan mungkin merugikan diri sendiri tapi disadari atau tidak orang-orang yang cepat bertindak pasti cepat pula mendapatkan kepastian hasil, perkara gagal atau sukses nomor sekian karena sukses dan gagal adalah hal biasa.
Orang pintar sekalipun bisa sukses bisa juga gagal jadi lebih baik cepat bertindak agar cepat pula mengetahui hasil dari tindakanya, tidak digantung oleh pemikiran-pemikiran dan rencana yang menghambat bahkan mengurungkan niat untuk bertindak, coba saja baca lagi kisah-kisah sukses orang terkemuka seperti Albert Einstein dan Thomas Alfa Edison mereka-mereka itu orang-orang bodoh yang lebih cepat take action walaupun ternyata kebodohannya itu menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi banyak orang, atau yang lebih deket lagi mari kita lihat konsep bisnisnya Purdie.E.Chandra yang lebih mengedepankan kebodohan dalam berbisnis dengan teori botol,bodol dan bobol-nya. Nyatanya Albert Einstein, Thomas Alfa Edison dan Purdi E Chandra sukses koq bahkan kaya raya pula.
Jadi bodoh saya rasa lebih baik daripada jadi orang pintar yang terlalu banyak berfikir dan terjebak dalam proses berfikir tanpa ada tindakan riil untuk mewujudkan pemikirannya, saya jadi ingat si raditya dika penulis buku kambing hitam (kalo gak salah ya soalnya sampai tulisan ini saya publish bukunya raditya dika gak pernah saya baca karena saya gak punya), dengan terang-terangan dia mengaku sebagai penulis terbodoh di Indonesia, saya pribadi beranggapan menjadi bodoh itu suatu keberuntungan dan anugerah karena orang bodoh itu adalah satu-satunya orang yang tidak punya gengsi dan tidak bersusah payah memikirkan resiko, bayangkan saja betapa enaknya jadi orang bodoh.. bebas ngomong apa saja, bebas melakukan apa saja dan kalau ada yang marah-marah tinggal bilang aja “saya kan orang bodoh” lalu orang-orang juga akan membantu dengan mengatakan “udah.. dimaklumi aja dia kan orang bodoh”
orang pintar justru identik dengan pemikiran-pemikiran yang susah dimengerti oleh nalar, sekelompok orang pintar yang akan berangkat mancing ikan di sungai belakang rumah akan kalah cepat dapat ikan dibandingkan dengan orang bodoh yang mancing ditengah hutan, betapa tidak, sekelompok orang-orang pintar akan merencanakan mancingnya melalui perdebatan-perdebatan mulai dari perdebatan tentang waktu, tempat, umpan, strategi dan resiko sementara orang bodoh sudah mencelupkan kail dan umpannya di air bahkan mungkin karena kebodohannya itu dia sudah mendapatkan beberapa ekor ikan.
Sekarang mari kita lihat bagaimana cara orang bodoh melihat masalah..
Mereka yang sering kita anggap bodoh hampir tidak pernah bermasalah, kalaupun ada masalah paling-paling masalahnya tidak jauh-jauh dari urusan perut, sedangkan orang pintar masalahnya bukan hanya perut tapi juga kepala beserta otak dan pemikiran-pemikirannya serta hati beserta perasaannya .. kepala dipenuhi dengan fikiran-fikiran yang rumit untuk menjaga agar tidak salah dan tidak dianggap bodoh, hati juga dipenuhi perasaan was-was dan khawatir takut dianggap bodoh. Orang pintar selalu berhati-hati dalam bertindak yang pada akhirnya membuat dia tidak pernah melakukan apapun, mau bisnis yang difikir bangkrut duluan, mau nembak cewek takut di tolak, mau nanya malu, mau ngapa-ngapain pokoknya mikir dulu.. akhirnya gak ngapa-ngapain..
eh..bukunya raditya dika itu kambing hitam atau kambing jantan sih..???
(bersambung)
ane ga pernah berfikir dalam bertindak....
ReplyDeleteberarti ane bodoh???? bisa dikatakan bener juga sih... hehehehe
mampir disini